Info Pertanian Kini di Ujung Jari PDF Cetak Surel

Departemen Pertanian bekerja sama dengan PT Synovate akan menyediakan layanan informasi harga komoditas pertanian yang bisa diakses melalui telepon seluler dalam bentuk konten. Lewat kerjasama ini petani bisa memperoleh informasi lebih cepat dan mudah serta mendapat konten-konten yang bermanfaat untuk pertanian.


"Lewat kerjasama ini Departemen Pertanian memberikan pelayanan informasi harga komoditas melalui pemanfaatan teknologi seluler secara kontinyu, cepat dan terjangkau," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Zaenal Bacharuddin, di Jakarta.

Ia menambahkan, penyediaan informasi harga lewat pesan pendek sebenarnya sudah dimulai oleh Departemen Pertanian pada 2006 untuk komoditas gabah dan beras dari 30 sentra produksi. Petani atau siapa pun yang berkepentingan bisa mengirim pesan pendek ke nomor 9747 untuk mendapatkan informasi harga yang juga bisa diakses lewat situs daring (online).

"Pada 2007 sistem ini dikembangkan untuk palawija, sayuran, serta 16 komoditas perkebunan dan peternakan," tutur Zaenal. Menurut dia, pada 2008 sistem ini kembali dikembangkan. Kali ini tidak hanya di tingkat sentra produksi tetapi juga di tingkat sentra konsumsi untuk harga grosir dan eceran yang meliputi 33 komoditas dari 150 lokasi.

"Pada tahun 2010 sistem ini akan dikembangkan sampai 250 lokasi dan meliputi 60 komoditas," tutur Zaenal. Lewat sistem baru dengan informasi yang bisa langsung diakses lewat menu, ia mengharapkan informasi ini akan bisa dijangkau oleh petani dan pelaku industri pertanian secara lebih luas.

PT Synovate akan menyediakan perangkat telepon genggam Nokia yang sudah dilengkapi dengan menu internal untuk mengakses informasi yang diambil dari situs Departemen Pertanian. "Perangkatnya masuk kategori entry level. Serinya ada beberapa mulai dari seri 2000-an," kata Regina Hutama, Corporate Communication Manager Nokia Indonesia.

Perangkat yang akan diluncurkan di awal November ini, lanjutnya, akan dipasarkan di seluruh Indonesia dengan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sebagai awalan. Namun soal jumlah unit yang akan dipersiapkan, Regina belum bersedia mengungkapkan. "Nanti saja waktu launching," katanya.

Layanan informasi untuk petani lewat perangkat teknologi informasi sebelumnya lebih dahulu diperkenalkan di India, namun lewat perangkat komputer dan sambungan Internet. Di Indonesia, media telepon seluler digunakan lantaran dirasa lebih mudah dijangkau ketimbang komputer. Apalagi telepon seluler kini banyak digunakan juga oleh petani.Departemen Pertanian bekerja sama dengan PT Synovate akan menyediakan layanan informasi harga komoditas pertanian yang bisa diakses melalui telepon seluler dalam bentuk konten. Lewat kerjasama ini petani bisa memperoleh informasi lebih cepat dan mudah serta mendapat konten-konten yang bermanfaat untuk pertanian.

"Lewat kerjasama ini Departemen Pertanian memberikan pelayanan informasi harga komoditas melalui pemanfaatan teknologi seluler secara kontinyu, cepat dan terjangkau," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Zaenal Bacharuddin, di Jakarta.

Ia menambahkan, penyediaan informasi harga lewat pesan pendek sebenarnya sudah dimulai oleh Departemen Pertanian pada 2006 untuk komoditas gabah dan beras dari 30 sentra produksi. Petani atau siapa pun yang berkepentingan bisa mengirim pesan pendek ke nomor 9747 untuk mendapatkan informasi harga yang juga bisa diakses lewat situs daring (online).

"Pada 2007 sistem ini dikembangkan untuk palawija, sayuran, serta 16 komoditas perkebunan dan peternakan," tutur Zaenal. Menurut dia, pada 2008 sistem ini kembali dikembangkan. Kali ini tidak hanya di tingkat sentra produksi tetapi juga di tingkat sentra konsumsi untuk harga grosir dan eceran yang meliputi 33 komoditas dari 150 lokasi.

"Pada tahun 2010 sistem ini akan dikembangkan sampai 250 lokasi dan meliputi 60 komoditas," tutur Zaenal. Lewat sistem baru dengan informasi yang bisa langsung diakses lewat menu, ia mengharapkan informasi ini akan bisa dijangkau oleh petani dan pelaku industri pertanian secara lebih luas.

PT Synovate akan menyediakan perangkat telepon genggam Nokia yang sudah dilengkapi dengan menu internal untuk mengakses informasi yang diambil dari situs Departemen Pertanian. "Perangkatnya masuk kategori entry level. Serinya ada beberapa mulai dari seri 2000-an," kata Regina Hutama, Corporate Communication Manager Nokia Indonesia.

Perangkat yang akan diluncurkan di awal November ini, lanjutnya, akan dipasarkan di seluruh Indonesia dengan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sebagai awalan. Namun soal jumlah unit yang akan dipersiapkan, Regina belum bersedia mengungkapkan. "Nanti saja waktu launching," katanya.

Layanan informasi untuk petani lewat perangkat teknologi informasi sebelumnya lebih dahulu diperkenalkan di India, namun lewat perangkat komputer dan sambungan Internet. Di Indonesia, media telepon seluler digunakan lantaran dirasa lebih mudah dijangkau ketimbang komputer. Apalagi telepon seluler kini banyak digunakan juga oleh petani.SUmber: TI

 

Comments (0)
Only registered users can write comments!